Crypto Market 25 Oktober 2025: Sentimen Bullish Menguat

Crypto Market 25 Oktober 2025

Oleh Tim Portal Indonesia Pintar Media

portalindonesiapintar.com – Hari ini, Sabtu, 25 Oktober 2025, pasar aset kripto global bergerak dalam sentimen yang sangat positif, memperkuat posisi Bitcoin (BTC) di atas level psikologis $110.000. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa berita positif dari sisi makroekonomi dan adopsi institusional menjadi pendorong utama kenaikan ini, menghasilkan pandangan bullish yang dominan di seluruh crypto market 25 oktober 2025.

Artikel ini menyajikan analisis aktual dan mendetail mengenai pergerakan aset utama, faktor pendorong, dan prediksi pasar dalam jangka pendek.

Aset Utama Menguat: Bitcoin Bertahan di Level $110 Ribu

Pergerakan harga aset kripto utama menunjukkan konsolidasi yang sehat setelah kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir:

Aset Kripto Harga Kunci (USD) Pergerakan 24 Jam Kapitalisasi Pasar (T)
Bitcoin (BTC) $110.800 Menguat Dominan
Ethereum (ETH) Mengikuti BTC Menguat Tipis Stabil
Altcoin Pilihan Bervariasi Perhatian ke koin privasi Meningkat

Oleh karena itu, fokus utama investor saat ini adalah ketahanan Bitcoin di atas support $110.000, yang menjadi indikasi kuat keberlanjutan tren bullish jangka pendek.

Dua Pendorong Utama Kenaikan Pasar 

Penguatan crypto market 25 oktober 2025 tidak terjadi tanpa alasan. Ada dua faktor fundamental yang memberikan kepercayaan besar kepada investor:

1. Data Makroekonomi AS yang Mendukung Aset Berisiko

Data Inflasi Konsumen (CPI) dari Amerika Serikat yang dirilis baru-baru ini dilaporkan lebih rendah dari ekspektasi pasar. Maka dari itu, hasil ini diinterpretasikan positif oleh pasar kripto karena mengurangi kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) untuk mengambil langkah agresif dalam menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter yang longgar secara historis selalu menjadi katalis utama bagi kenaikan aset spekulatif seperti kripto.

2. Legitimasi Institusional dari Raksasa Keuangan

Selain itu, pasar diguncang oleh berita institusional yang sangat signifikan: Raksasa perbankan investasi global, JPMorgan, dikabarkan mulai menerima Bitcoin dan Ethereum sebagai jaminan (collateral) untuk beberapa pinjaman institusional.

Keputusan JPMorgan ini memberikan kepercayaan besar pada aset digital dan semakin mengikis narasi bahwa kripto adalah kelas aset yang tidak stabil. Dengan demikian, langkah ini adalah sinyal jelas bahwa adopsi institusional telah memasuki fase yang lebih dalam.

Sentimen Jangka Menengah: Institusi Prediksi Bullish hingga 2026

Pandangan pasar tidak hanya positif untuk hari ini, tetapi juga untuk jangka menengah. Survei terbaru di kalangan investor institusional menyoroti optimisme yang tinggi:

  • Sekitar 67% institusi menyatakan keyakinan mereka bahwa Bitcoin akan mempertahankan momentum bullish hingga awal tahun 2026.

Selanjutnya, meningkatnya perhatian terhadap koin privasi dan token utilitas menunjukkan bahwa capital flow mulai merata dari Bitcoin ke altcoin dengan narasi fundamental yang kuat, menandakan fase sehat dalam pergerakan pasar.

Peringatan dan Tindakan Investor 

Meskipun sentimen positif mendominasi, para analis mengingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi. Investor di crypto market 25 oktober 2025 harus tetap waspada terhadap potensi pembalikan harga (pullback) setelah kenaikan tajam.

  • Risiko Take Profit: Kenaikan harga BTC yang cepat dapat memicu aksi ambil untung (take profit) jangka pendek, yang bisa menyebabkan tekanan jual mendadak.
  • Perhatikan Level Teknis: Investor harus memantau level support teknis Bitcoin. Kegagalan untuk bertahan di level-level penting dapat mengubah sentimen pasar dengan cepat.

Sebagai penutup, akhir pekan ini menjadi cerminan kekuatan fundamental pasar kripto, didukung oleh data ekonomi makro yang menguntungkan dan adopsi institusional. Optimisme adalah kata kunci hari ini, namun manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: BREAKING! Pasar Kripto Meledak 27 Oktober 2025, Dipicu Politik AS

Untuk berita seputar Nilai tukar Rupiah, Cryptocurrency dan Info lainnya kunjungi Berita Ekonomi