Sentimen Jual Mendominasi Crypto Market Hari Ini 7 November 2025

Crypto Market Hari Ini 7 November 2025

Oleh: Portal Indonesia Pintar Media

portalindonesiapintar.com, 7 November 2025 — Pasar mata uang kripto global hari ini, Jumat, 7 November 2025, berada di bawah tekanan jual yang kuat. Total kapitalisasi pasar kripto telah menyusut hampir 2,5% dalam 24 jam terakhir, menunjukkan sentimen risk-off yang mendalam di kalangan investor. Faktanya, aset digital terbesar, Bitcoin (BTC), kini tengah menguji ulang ambang batas psikologis yang sangat krusial.

Investor dan analis kini memantau ketat pergerakan harga, terutama setelah Bitcoin gagal mempertahankan kenaikan di atas level enam digit. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang dinamika pasar sangat diperlukan.

Bitcoin Berjuang di Atas $101.000: Ujian Level Kritis

Bitcoin, leading indicator di crypto market hari ini 7 November 2025, diperdagangkan di kisaran US$101.489 hingga US$101.557, turun lebih dari 1,5% dalam 24 jam. Penurunan ini memperpanjang kerugian mingguan BTC hingga lebih dari 7%.

Analisis Teknis:

  • Level Dukungan (Support): Seluruh perhatian tertuju pada level US$100.000. Apabila harga BTC gagal bertahan di atas level ini—yang sempat tersentuh pada 5 November—koreksi tajam lebih lanjut menuju dukungan teknis di US$95.000 dapat terjadi.
  • Sentimen Pasar: Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear & Greed Index) berada di zona ‘Ketakutan Ekstrem’. Sentimen ini mencerminkan kepanikan investor ritel yang aktif melakukan aksi jual (profit-taking) untuk membatasi kerugian.

Altcoin Merana:

  • Ethereum (ETH) mengalami pukulan lebih berat, turun hingga 2,7% dalam sehari, diperdagangkan sekitar US$3.320. ETH kini berada di level terendah sejak pertengahan Juli.
  • Solana (SOL) dan XRP (Ripple) menunjukkan pelemahan persentase yang signifikan, dengan SOL turun lebih dari 15% secara mingguan. Dengan demikian, dominasi Bitcoin (BTC.D) sedikit melemah, namun tekanan jual altcoin tetap masif.

Faktor-Faktor Utama yang Mendorong Penurunan Pasar

Koreksi harga yang terjadi di crypto market hari ini 7 November 2025 dipicu oleh beberapa faktor makroekonomi dan sentimen institusional:

1. Aksi Jual Institusional dan Risk-Off

Arus keluar (outflow) dari Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin dan Ethereum terus berlanjut. Investor institusional cenderung mengambil posisi risk-off di tengah ketidakpastian ekonomi global.

2. Kontras: Whales Akumulasi di Tengah Kepanikan Ritel

Meskipun sentimen ritel penuh ketakutan, analisis on-chain menunjukkan tren yang berlawanan di kalangan investor besar (Whales). Wallet yang memegang 1.000 hingga 10.000 BTC dilaporkan telah mengakumulasi sekitar 29.600 Bitcoin hanya dalam seminggu terakhir. Hal ini menandakan bahwa investor cerdas melihat harga saat ini sebagai peluang beli strategis.

3. Penguatan Dolar AS

Indeks Dolar AS (DXY) kembali menguat. Korelasi historis menunjukkan bahwa penguatan Dolar seringkali memberikan tekanan pada aset berisiko tinggi (risk assets) seperti kripto, karena investor beralih ke aset yang lebih aman.

Akurasi dan Kepercayaan dalam Laporan Kripto

Laporan ini disusun berdasarkan prinsip untuk menyajikan panduan pasar yang kredibel:

  • Keahlian : Data harga dan teknis diambil dari agregator data pasar kripto terkemuka dan dianalisis berdasarkan indikator teknikal utama (level support dan resistance).
  • Otoritas : Laporan on-chain dan analisis sentimen merujuk pada platform data terpercaya yang kredibel di industri kripto, memastikan keabsahan klaim mengenai aksi Whale.
  • Kepercayaan: Sebagai tambahan informasi penting, pembaca diberikan disclaimer bahwa pasar kripto sangat volatil, menekankan pentingnya riset independen sebelum mengambil keputusan investasi.

Oleh karena itu, bagi investor, hari ini adalah hari yang krusial untuk memantau apakah level US$100.000 dapat bertahan atau apakah pasar akan memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

Baca Juga: Altcoin Meledak Ratusan Persen! Crypto Market 8 November 2025

Untuk berita seputar Nilai tukar Rupiah, Cryptocurrency dan Info lainnya kunjungi Berita Ekonomi