Oleh: Portal Indonesia Pintar Media
portalindonesiapintar.com – Crypto Market hari ini 22 November 2025 kembali diselimuti awan merah. Pasar global masih bergerak dalam tekanan jual, yang berlanjut dari aksi dump signifikan di pertengahan bulan ini. Bitcoin (BTC), sebagai barometer pasar, terpantau berkonsolidasi di zona $84.000 hingga $85.000, gagal mempertahankan level psikologis $100.000 yang sempat dicapai pada awal November.
Sejalan dengan itu, data dari market maker menunjukkan bahwa volatilitas ekstrem di pasar opsi memicu tekanan sell-off yang memperburuk penurunan harga spot. Investor institusional cenderung mengambil sikap wait and see di akhir pekan ini.
Kinerja Aset Kapitalisasi Besar (Big Cap)
Berikut adalah pergerakan aset kripto utama dalam 24 jam terakhir yang menunjukkan sentimen lesu di pasar:
| Aset | Perkiraan Harga (USD) | Perubahan 24 Jam (Perkiraan) | Keterangan |
| Bitcoin (BTC) | ± $84.500 | -1.2% | Berada di level support kritis, potensi rebound jika sentimen membaik. |
| Ethereum (ETH) | ± $2.765 | -0.3% | Lebih tahan terhadap penurunan dibandingkan BTC, didukung staking yang solid. |
| Solana (SOL) | ± $290 | +0.8% | Salah satu altcoin yang menunjukkan divergence positif berkat adopsi ekosistem RWA. |
“Penurunan harga BTC saat ini adalah reaksi terhadap likuidasi masif di pasar derivatif, bukan karena berita fundamental negatif. Level $84.000 adalah support kuat; penembusan ke bawah dapat membuka jalan menuju $78.000,” ujar David Lee, Senior Analyst dari Crypto Insights Asia.
Faktor Pemicu Tekanan Jual Berkelanjutan
1. Dampak Lanjutan Tekanan Makro
Meskipun demikian, pasar kripto tidak dapat lepas dari bayang-bayang makroekonomi. Ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga global dan peningkatan minat investor terhadap aset berisiko rendah (obligasi) telah mengurangi daya tarik aset volatil seperti kripto.
2. Likuidasi Opsi dan Sentimen Risk-Off
Oleh karena itu, sentimen risk-off diperburuk oleh pasar opsi. Ketika harga BTC menembus level harga tertentu, itu memicu margin call dan hedging otomatis dari whale dan institusi, menciptakan lingkaran setan penjualan yang menekan harga lebih dalam.
Altcoin Sebagai Indikator Kekuatan Jangka Panjang
Namun demikian, tidak semua kabar buruk. Pergerakan beberapa altcoin dengan fundamental kuat menunjukkan bahwa investasi institusional masih berjalan:
- RWA (Real World Assets): Token yang berfokus pada tokenisasi aset dunia nyata terus menarik perhatian, membuktikan bahwa investor mencari utilitas nyata di tengah gejolak pasar spekulatif.
- Aset Privasi: Altcoin privasi tertentu seperti Zcash (ZEC) mencatat lonjakan harga yang signifikan dalam 30 hari terakhir, yang menunjukkan bahwa narasi desentralisasi dan privasi tetap relevan.
Dengan demikian, penurunan harga saat ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang yang berorientasi pada fundamental untuk mengakumulasi aset di harga diskon, terutama jika dilihat dari metrik on-chain seperti rasio MVRV yang sudah memasuki zona “nilai wajar”.
Prediksi Jangka Pendek
Sebagai penutup, akhir pekan seringkali memiliki volume perdagangan yang lebih rendah, sehingga volatilitas mendadak bisa terjadi. Investor disarankan untuk mengelola risiko dengan ketat dan memantau volume perdagangan di awal pekan depan untuk mengukur potensi reversal (pembalikan arah).
Baca Juga: XRP Melonjak 8% Lebih! Crypto Market 25 November 2025
Untuk berita seputar Nilai tukar Rupiah, Cryptocurrency dan Info lainnya kunjungi Berita Ekonomi
