Kurs Rupiah 10 Oktober 2025: Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan

Kurs Rupiah 10 Oktober 2025: Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan

portalindonesiapintar.com, 10 Oktober 2025 — Pergerakan kurs rupiah hari ini menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah optimisme pasar menjelang rilis data inflasi terbaru dari Amerika Serikat. Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia (BI) dan catatan lembaga keuangan global, rupiah bergerak di kisaran Rp16.560 hingga Rp16.600 per dolar AS, menunjukkan kestabilan setelah mengalami tekanan pada pekan sebelumnya.

Menurut data historis Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) per 7 Oktober 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat sebesar Rp16.560,00. Sementara itu, data dari platform internasional Wise menunjukkan kisaran perdagangan USD/IDR berada di sekitar Rp16.593,00 pada awal pekan ini. Kondisi ini menandakan bahwa rupiah masih dalam fase konsolidasi di tengah ketidakpastian global, tetapi tetap menunjukkan ketahanan di akhir pekan.

Selain terhadap dolar AS, kurs rupiah hari ini terhadap beberapa mata uang utama lainnya juga relatif stabil. Kurs euro (EUR/IDR) diperkirakan berada di kisaran Rp19.289 per euro, sementara terhadap yen Jepang (JPY/IDR) sekitar Rp112,20 per 100 yen. Fluktuasi yang minim ini menunjukkan bahwa rupiah masih mendapat dukungan dari stabilitas makroekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda.

Kestabilan nilai tukar rupiah kali ini juga didukung oleh kebijakan moneter yang konsisten dari Bank Indonesia. BI terus menjaga likuiditas valas di pasar dengan strategi intervensi ganda melalui pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Langkah ini efektif mengurangi volatilitas nilai tukar dan memberikan kepercayaan lebih kepada pelaku pasar.

Sementara itu, faktor eksternal yang menjadi perhatian utama investor adalah arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan rilis data inflasi AS bulan September yang akan diumumkan akhir pekan ini. Jika inflasi AS menunjukkan tanda-tanda melandai, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan, yang dapat menjadi katalis positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di sisi domestik, indikator ekonomi Indonesia tetap solid. Inflasi nasional masih terkendali di bawah 3%, cadangan devisa berada di level USD150 miliar, serta neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus. Faktor-faktor ini memberi ruang bagi rupiah untuk mempertahankan momentum penguatan menjelang akhir kuartal IV 2025.

Meski begitu, analis memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia dan potensi perlambatan ekonomi Tiongkok masih dapat menjadi risiko terhadap stabilitas rupiah dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap sentimen global yang dapat memicu arus keluar modal dari pasar domestik.

Secara keseluruhan, kurs rupiah 10 Oktober 2025 mencerminkan optimisme hati-hati di pasar keuangan Indonesia. Dengan dukungan kebijakan moneter yang solid, kondisi ekonomi yang stabil, serta sentimen global yang mulai positif, rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan apabila faktor eksternal mendukung dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Kurs Rupiah 21 Oktober 2025: Versi BI dan Pasar Spot

Untuk berita seputar Nilai tukar Rupiah, Cryptocurrency dan Info lainnya kunjungi Berita Ekonomi